News

Mata Terkena Abu Vulkanik? Ini Cara Melindungi dan Menanganinya

Share :

Facebook
X
WhatsApp

Erupsi gunung berapi dapat membawa abu vulkanik yang terbawa angin hingga ke area permukiman. Abu vulkanik bukan hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, terutama jika seseorang berada di luar ruangan tanpa perlindungan.

Di Indonesia, aktivitas gunung berapi seperti Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, hingga Gunung Ibu di Halmahera Barat menjadi pengingat bahwa masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah terdampak perlu memahami cara melindungi mata dari paparan abu vulkanik.

Abu yang terlihat seperti debu biasa sebenarnya terdiri dari partikel mineral dan material vulkanik berukuran sangat kecil. Ketika masuk ke mata, partikel tersebut dapat menyebabkan rasa perih, mengganjal, mata merah, hingga luka pada permukaan mata apabila digosok terus-menerus.

Apa yang Terjadi Jika Abu Vulkanik Masuk ke Mata?

Ketika abu vulkanik mengenai mata, keluhan yang paling sering muncul adalah rasa seperti ada pasir di dalam mata. Mata juga dapat menjadi merah, berair, gatal, perih, dan lebih sensitif terhadap cahaya.

Pada sebagian orang, paparan abu juga dapat menyebabkan:

  • Mata terasa kering dan panas
  • Kelopak mata terasa tidak nyaman
  • Penglihatan menjadi sedikit kabur karena air mata berlebihan
  • Peradangan pada selaput mata atau konjungtiva
  • Luka atau goresan pada permukaan kornea
  • Keluhan lebih berat pada pengguna lensa kontak

Risiko cedera dapat meningkat apabila mata yang terkena abu langsung digosok. Partikel abu yang berada di permukaan mata dapat bergesekan dengan kornea sehingga menyebabkan abrasi atau luka pada kornea.

Jangan Menggosok Mata yang Terkena Abu Vulkanik

Hal pertama yang perlu diingat adalah jangan menggosok mata.

Rasa mengganjal memang sering membuat seseorang refleks ingin mengucek mata. Namun, tindakan tersebut justru dapat membuat partikel abu menggores permukaan mata.

Jika memungkinkan, segera menjauh dari area berdebu atau masuk ke dalam ruangan sebelum membersihkan mata.

Cara Membersihkan Mata yang Terkena Abu Vulkanik

Jika abu vulkanik sudah masuk ke mata, beberapa langkah berikut dapat dilakukan sebagai pertolongan awal:

  1. Jangan mengucek mata.
  2. Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh area sekitar mata.
  3. Bilas mata secara perlahan menggunakan air bersih yang mengalir atau larutan saline steril.
  4. Berkedip beberapa kali saat membilas untuk membantu mengeluarkan partikel kecil.
  5. Jika menggunakan lensa kontak, lepaskan lensa kontak terlebih dahulu apabila dapat dilakukan dengan aman.
  6. Jangan menggunakan kembali lensa kontak sampai mata benar-benar terasa normal.
  7. Jika setelah dibilas mata tetap terasa mengganjal atau sakit, lakukan pemeriksaan ke dokter mata.

Menggunakan obat tetes mata secara sembarangan juga tidak disarankan, terutama obat tetes yang mengandung bahan tertentu atau obat resep. Jika membutuhkan obat, sebaiknya gunakan sesuai anjuran tenaga medis.

Cara Melindungi Mata Saat Terjadi Hujan Abu Vulkanik

Pencegahan menjadi langkah paling penting ketika abu vulkanik mulai menyebar ke lingkungan sekitar.

Gunakan kacamata pelindung yang menutup area mata dengan baik, terutama ketika harus berada di luar ruangan. Goggles atau kacamata pelindung lebih efektif dibandingkan kacamata biasa karena dapat mengurangi masuknya partikel dari bagian samping mata.

Pengguna lensa kontak sebaiknya beralih sementara menggunakan kacamata. Partikel abu dapat masuk di antara lensa kontak dan permukaan mata sehingga meningkatkan risiko iritasi.

Selain itu, usahakan:

  • Tetap berada di dalam ruangan selama hujan abu jika tidak ada keperluan mendesak.
  • Tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya abu.
  • Hindari mengendarai kendaraan dengan wajah terbuka.
  • Gunakan kacamata pelindung saat membersihkan abu di rumah.
  • Jangan mengusap wajah dan mata menggunakan tangan yang masih terkena debu.
  • Cuci wajah dan tangan setelah beraktivitas di luar.
  • Apakah Abu Vulkanik Bisa Merusak Mata?

Pada paparan ringan, keluhan biasanya berupa iritasi dan dapat membaik setelah mata dibersihkan.

Namun, paparan yang lebih berat dapat menyebabkan gangguan pada permukaan mata. Salah satunya adalah abrasi kornea, yaitu luka pada lapisan bening di bagian depan mata.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa sakit, mata terus berair, sangat sensitif terhadap cahaya, sulit membuka mata, hingga penglihatan menjadi kabur.

Karena itu, keluhan setelah terkena abu vulkanik tidak sebaiknya dianggap sepele apabila tidak membaik setelah mata dibilas.

Kapan Harus Periksa ke Dokter Mata?

Segera lakukan pemeriksaan apabila setelah terkena abu vulkanik Anda mengalami:

  • Nyeri mata yang cukup berat
  • Mata merah yang terus bertambah
  • Penglihatan tiba-tiba menurun atau kabur
  • Sulit membuka mata
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Rasa mengganjal yang tidak hilang setelah mata dibilas
  • Mata terus-menerus berair
  • Keluar cairan yang tidak normal dari mata
  • Dugaan adanya benda asing yang masih tertinggal di mata

Keluhan seperti penurunan penglihatan secara tiba-tiba atau nyeri mata hebat sebaiknya mendapatkan pemeriksaan medis sesegera mungkin.

Anak-Anak Juga Perlu Perlindungan Mata

Anak-anak terkadang lebih mudah menggosok mata ketika merasa gatal atau terkena debu. Karena itu, orang tua perlu memberikan perhatian ekstra saat terjadi hujan abu.

Jika anak harus berada di luar ruangan, gunakan kacamata pelindung yang sesuai. Setelah kembali ke dalam rumah, bersihkan tangan, wajah, dan area sekitar mata menggunakan air bersih.

Jika anak terus mengeluh sakit, tidak mau membuka mata, atau penglihatannya terganggu setelah terkena abu, sebaiknya segera diperiksakan.

Perlindungan Mata Penting Saat Erupsi Gunung Berapi

Dalam kondisi erupsi, perlindungan pernapasan memang sangat penting, tetapi kesehatan mata juga tidak boleh diabaikan.

Partikel abu vulkanik dapat masuk ke mata dengan mudah ketika terbawa angin. Menggunakan kacamata pelindung, menghindari lensa kontak, tidak mengucek mata, serta segera membilas mata dengan air bersih merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah cedera lebih lanjut.

Apabila keluhan mata tetap terasa setelah dibersihkan, terutama jika disertai rasa sakit atau gangguan penglihatan, pemeriksaan dokter mata diperlukan untuk memastikan tidak terjadi luka pada kornea maupun gangguan lainnya.

Mengalami Gangguan Mata? Periksakan ke Klinik Utama Mata Mayestik

Jika Anda berada di Jakarta Selatan dan mengalami mata merah, nyeri, rasa mengganjal, atau gangguan penglihatan setelah terkena debu maupun partikel asing, Anda dapat melakukan pemeriksaan di Klinik Utama Mata Mayestik, Kebayoran Baru.

Pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu mengetahui apakah keluhan hanya berupa iritasi ringan atau terdapat cedera pada permukaan mata yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Klinik Utama Mata Mayestik
📞 Telepon: 021-7206080
💬 WhatsApp: 0896-6791-7679
📷 Instagram: @klinikmatamayestik
✉️ Email: marketing@klinikutamamatamayestik.com
📍 Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Jika terjadi nyeri mata berat atau penurunan penglihatan secara mendadak, jangan menunggu jadwal pemeriksaan rutin dan segera cari fasilitas kesehatan yang dapat memberikan penanganan segera.