Apa Itu Mata Minus pada Anak?
Mata minus atau miopia terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus tepat pada retina. Akibatnya, objek yang berada jauh terlihat buram.
Miopia biasanya mulai muncul pada usia sekolah dan dapat bertambah selama masa pertumbuhan. Tingkat perkembangan mata minus setiap anak berbeda, sehingga pemeriksaan mata diperlukan untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan penglihatannya.
Apa Penyebab Mata Minus pada Anak?
Mata minus pada anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:
1. Faktor Genetik
Anak yang memiliki orang tua dengan miopia memiliki risiko lebih tinggi mengalami mata minus. Risiko dapat semakin meningkat apabila kedua orang tua memiliki miopia.
2. Terlalu Lama Melihat dari Jarak Dekat
Kebiasaan melakukan aktivitas jarak dekat dalam waktu lama, seperti membaca, mengerjakan tugas, menggunakan tablet, atau bermain gim, dapat berkaitan dengan perkembangan miopia pada anak.
3. Kurang Beraktivitas di Luar Ruangan
Paparan cahaya alami dan aktivitas di luar ruangan berperan penting dalam perkembangan kesehatan mata anak. Anak yang jarang menghabiskan waktu di luar ruangan memiliki risiko lebih tinggi mengalami miopia.
4. Kebiasaan Melihat Layar
Penggunaan perangkat digital dalam waktu lama dapat membuat anak lebih banyak melakukan aktivitas jarak dekat. Kebiasaan ini perlu diimbangi dengan waktu istirahat mata dan aktivitas di luar ruangan.
Tanda Mata Minus pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Anak terkadang tidak menyadari bahwa penglihatannya mulai menurun. Orang tua perlu memperhatikan beberapa tanda berikut:
• Anak sering menyipitkan mata ketika melihat objek yang jauh.
• Duduk terlalu dekat dengan televisi atau layar.
• Kesulitan melihat tulisan di papan kelas.
• Sering mendekatkan buku ketika membaca.
• Sering mengeluhkan pandangan buram.
• Mengalami sakit kepala setelah belajar.
• Kurang tertarik mengikuti aktivitas yang membutuhkan penglihatan jarak jauh.
Jika tanda-tanda tersebut muncul, sebaiknya anak menjalani pemeriksaan mata untuk mengetahui apakah terdapat kelainan refraksi seperti miopia.
Bagaimana Cara Mencegah Mata Minus pada Anak?
Tidak semua kasus miopia dapat dicegah, terutama jika terdapat faktor genetik. Namun, beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko perkembangan miopia.
Perbanyak Aktivitas di Luar Ruangan
Ajak anak melakukan aktivitas di luar ruangan secara rutin. Bermain, berjalan-jalan, atau melakukan olahraga di luar rumah dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehat untuk mata.
Batasi Aktivitas Jarak Dekat yang Berlebihan
Pastikan anak tidak melakukan aktivitas jarak dekat dalam waktu terlalu lama tanpa istirahat. Berikan kesempatan bagi mata untuk beristirahat secara berkala.
Jaga Jarak Saat Membaca atau Menggunakan Perangkat
Biasakan anak membaca, belajar, atau menggunakan perangkat digital dengan jarak yang cukup dan posisi yang nyaman.
Pastikan Pencahayaan Cukup
Anak sebaiknya belajar dan membaca di ruangan dengan pencahayaan yang baik agar aktivitas visual terasa lebih nyaman.
Lakukan Pemeriksaan Mata Secara Rutin
Pemeriksaan mata penting dilakukan meskipun anak belum mengeluhkan gangguan penglihatan. Pemeriksaan dapat membantu mendeteksi miopia sejak dini dan memantau perubahan ukuran minus.
Apakah Mata Minus pada Anak Bisa Dikendalikan?
Miopia pada anak dapat berkembang seiring pertumbuhan. Oleh karena itu, selain memberikan koreksi penglihatan dengan kacamata jika diperlukan, dokter mata dapat mempertimbangkan pengelolaan miopia (myopia management) sesuai kondisi masing-masing anak.
Salah satu pilihan yang tersedia adalah penggunaan lensa khusus pengendalian miopia, seperti lensa MiYOSMART. Jenis lensa dan metode pengelolaan miopia yang tepat perlu ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan mata dan kebutuhan anak.
Mengapa Deteksi Dini Penting?
Miopia yang berkembang menjadi minus tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah mata di kemudian hari. Karena itu, pengendalian miopia sejak anak-anak menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mata jangka panjang.
Semakin dini perubahan penglihatan diketahui, semakin cepat orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter mata untuk menentukan langkah yang sesuai.
Kapan Anak Perlu Diperiksa ke Dokter Mata?
Segera lakukan pemeriksaan mata apabila anak:
• Mengalami penglihatan buram.
• Sering menyipitkan mata saat melihat jauh.
• Kesulitan melihat tulisan di papan sekolah.
• Sering mendekatkan buku atau layar ke wajah.
• Mengeluhkan sakit kepala saat belajar.
• Memiliki orang tua dengan riwayat mata minus.
• Ukuran minus terus bertambah meskipun sudah menggunakan kacamata.
Pemeriksaan mata secara berkala juga dianjurkan untuk memantau perkembangan penglihatan anak, terutama pada anak yang sudah mengalami miopia.
Kesimpulan
Mata minus pada anak atau miopia dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, kebiasaan aktivitas jarak dekat, serta kurangnya aktivitas di luar ruangan. Kondisi ini perlu diperhatikan karena ukuran minus dapat berkembang selama masa pertumbuhan.
Orang tua dapat membantu menjaga kesehatan mata anak dengan membiasakan aktivitas di luar ruangan, mengatur aktivitas jarak dekat, menjaga jarak dan pencahayaan saat membaca atau menggunakan perangkat, serta melakukan pemeriksaan mata secara rutin.
Jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda mata minus, jangan menunggu hingga penglihatannya semakin terganggu. Konsultasikan kondisi mata anak kepada dokter spesialis mata untuk mendapatkan pemeriksaan dan rekomendasi pengelolaan miopia yang sesuai.
Periksa Kesehatan Mata Anak di Klinik Utama Mata Mayestik
Klinik Utama Mata Mayestik menyediakan layanan pemeriksaan mata untuk membantu mendeteksi dan menangani berbagai gangguan penglihatan pada anak, termasuk miopia.
Telepon: (021) 720 6080 / (021) 7279 8804
Pendaftaran : 0896-6791-7679